April 9, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Atraktif dan Nikmatnya Berwisata di Pulau Bintan

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak potensi gastronomi. Ketika menapakkan kaki di Bandara Haji Raja Fisabilillah, tanda tanya besar muncul, akan mendapat sensasi apa di Pulau Bintan. Pulau ini berada di propinsi Kepulauan Riau, dengan Tanjungpinang sebagai ibu kotanya. Kota ini terletak di pantai barat selatan Bintan. Berdasarkan sejarahnya pada abad pertama masehi, kota ini merupakan tempat singgah favorit bagi Kapal Dagang India dan Tiongkok.

Wisatawan dapat berwisata pantai berpasir putih seluas 23.000 hektar di Bintan Resort. Muby supir The Sanchaya Resort ini menyampaikan bahwa para wisatawan dapat menikmati keindahan Pantai Trikora juga Pantai Lagoi yang telah dikenal hingga ke mancanegara. Selain itu mereka pun dapat bertualang dan berekowisata dengan hiking ke Gunung Bintan. Ketika ditanya mengenai bahan pangan rupanya masyarakat sekitar tidak mengalami kesulitan untuk berswasembada pangan, berkat adanya para petani sayuran, juga sumber daya laut.

Selama perjalanan menuju Dormitory di Tanjung Uban  yang dikelola oleh pihak manajemen The Sanchaya Bintan Resort, pemandangan khas mangrove dan pantai biru menarik perhatian mata. Perjalanan ditempuh selama satu jam dari Bandara hingga Tanjung Uban. Memang tidak banyak disuguhi oleh atraksi dari masyarakat sekitarnya, dapat dihitung dengan jari para penjual buah-buahan di kiri kanan jalan, namun kita jadi tersenyum saat melihat melimpahnya dagangan salah satu penjual jengkol dan petai di pinggir jalan. Pemerintah Daerah sepertinya patut melibatkan dan mendorong masyarakat untuk menciptakan atraksi wisata yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Sesuai potensi kawasan yang masih asri, sebaiknya pertama yang diciptakan adalah homestay sekaligus juga menciptakan atraksi budaya masyarakat yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Kedua menumbuhkan atraksi cooking class yang menonjolkan hasil olahan pertanian dan hasil sumber daya lautnya sekaligus menguatkan gastronomi lokal. Ketiga, kawasan Pulau Bintan dapat dibuat program bird watching dengan memperhatikan pelestariannya karena sepanjang perjalanan pemandangan yang luar biasa melihat burung elang begitu gagahnya terbang mengepakkan sayap. Selain itu dapat diciptakan atraksi monyet yang dikelola oleh masyarakat sekitar seperti di Sangeh dan Uluwatu Bali. Keberadaan fauna Biawak pun dapat diciptakan sebagai salah satu atraksi bagi para wisatawan domestik dan mancanegara tentunya dengan memperhatikan tingkat keamanan. Di kawasan ini sebaiknya tidak membangun sarana infrastruktur megah agar tidak merusak keasrian lingkungan sekitar.

The Sanchaya, Surga Dunia di Pulau Bintan

Pelayanan prima ditunjukan oleh The Sanchaya Bintan Resort yang beralamat di Jalan Gurindam Duabelas Plot 5 Lagoi Bay Bintan 29155. Resort di pantai mewah ini dirancang untuk menggambarkan kemegahan historis pada zaman kolonial dengan dilengkapi koleksi karya seni dan artefak negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Resort yang berada di pantai utara Bintan, memiliki fasilitas 21 vila pribadi dan sembilan suite, menyediakan pelayanan privat dan mewah serta pelayanan personal prima bagi para pengunjungnya.  Seperti diutarakan oleh Bapak Teguh, Front Office Manager, sudah ada pengunjung yang hingga tujuh kali menginap bersama keluarganya di resort yang didirikan sejak tahun 2012 ini.

Fasilitas kamar yang nyaman dengan kualitas furniture yang ekslusif dan mewah khusus didatangkan dari negara Singapura. Semua kamar dilengkapi fasilitas teknologi yang tercanggih. Terdapat Butler yang bertanggungjawab selama 24 jam dalam memuaskan kebutuhan para pengunjung yang mayoritas dari negara Rusia, Singapura dan Malaysia. Villa-villa yang diberi nama bunga di negara Asia Tenggara memiliki gaya kolonial dan kontemporer terasa benar mampu menciptakan suasana ekslusif dan juga hangat, dan homey. Fasilitas Spa, perpustakaan, kolam renang, olahraga croquete, memanah untuk aktivitas di kawasan resort. Pengunjung pun disediakan sepeda, mobil Tuk-Tuk, untuk melakukan aktivitas memantau dari udara dengan program microlight, dapat juga melihat satwa liar dalam discovery tour ke mangrove. Kita pun dapat pergi meninjau Pulau Senggarang dan Kepulauan Penyengat untuk melihat kuil-kuil kuno, reruntuhan istana dan kuburan juga kampung disekitarnya. Kawasan Lagoi memang masih dalam tahap penataan namun memiliki jaminan keamanan yang maksimal bagi para pengunjungnya.

Resort ini memiliki kesiapan dalam menyajikan produk kulinernya, dipandu oleh Kitchen Admin Chef Melinda melihat fasilitas kitchen pastry, hot and cold kitchen, beverage kitchen, dan juga dining kitchen dengan peralatan yang membuat tertegun karena kelengkapannya yang maksimal. Dibawah komando Food and Beverage Manager, Stefan Ofner yang berkebangsaan Austria, dan Excecutive Chef, Peter Marx yang berkebangsaan Australia para staff kitchen memberikan pelayanan terbaik. Mereka hanya menyajikan makanan dan minuman yang berkualitas prima dari bahan baku premium. Lihat saja tampilan menu yang dibuat oleh Rahmi yang memiliki latar belakang pendidikan pada Program Studi Manajemen Industri Katering. Ia dengan terampil membuat beragam menu Apple Crumble Pie, Chocolate Fondant, Apple with Macadamia Cheese and Chocolate Ice Cream, Soft Nougat Praline Sensation with Pistachio Ganache yang memiliki rasa aduhai di lidah dan penampilan bergaya fusion. Menu Live Cooking pun hadir menggugah selera para wisatawan seperti Mie Tek-Tek Surabaya, Prata, Roti Canai, Martabak, Pisang Keju, Mie Ayam, Lontong Kari, Soto, dan Bakso Cuankie.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nikmatnya Menu Khas Pulau Bintan

Setelah puas melihat dan menikmati fasilitas ekslusif di The Sanchaya Bintan Resort, didampingi Rahmi dan Diana Shorea, tentunya tak lupa dipandu Muby mulai mencoba menikmati makanan khas di Pulau Bintan. Salah satu pilihan adalah Kedai Kopitiam di Tanjung Uban, pantai utara pulau ini. Menu khas Bintan yang umum dinikmati oleh masyarakat sekitar adalah Mie Lendir, Lontong Sayur dan Nasi Lemai. Setelah dicicip ternyata mie lendir rasanya mirip dengan lomie namun terasa aroma hangusnya. Lontong diberi taburan ikan bilis, mie kuning, dan disiram sayur kuah santan nangka juga kerupuk ikan. Penasaran dengan nasi lemai? Ternyata yang dimaksud disini adalah nasi kuning atau serupa dengan nasi uduk yang ditaburi sambal goreng tempe bilis, soun goreng dan telur. Cuaca panas saat menyantap makanan tersebut diakhiri dengan juice buah naga dan es sarang burung menambah semangat melanjutkan perjalanan kembali untuk berburu oleh-oleh di pulau ini. Buah tangan khas pulau ini salah satunya adalah keripik kerang gonggong yaitu sejenis kerang yang hanya ada diperairan Bangka Belitung, dan  Kepulauan Riau. Selain itu juga diperoleh ikan bilis gulung, gonggong rebus dan otak-otak Sotong menu wajib disini.

Tantangan lain menanti, yaitu menyebrang dari Pelabuhan Bulang Linggi ke Pelabuhan Telaga Pungur Pulau Batam dengan menggunakan speedboat dengan harga tiket Rp.48.000. Benar saja sensasi nikmatnya berayun dalam speedboat dengan pemandangan biru laut dan terpaan angin selama 15 menit membuat perjalanan menyenangkan. Bagaimana anda ingin mencoba berwisata di Pulau Bintan?

 

Seperti diutarakan oleh Dewi Turgarini, Kontributor Warna Nusantara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *