September 29, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Managerial Tak Biasa Anton Susanto, General Manager Harris Hotel, Bandung

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

“Silahkan tiru kami sebagus-bagusnya, setelah anda tiru kami akan ciptakan sesuatu yang baru lagi.” – Anton Susanto, General Manager, Harris Hotel, Bandung

Tidak enak rasanya membicarakan kesuksesan Harris Hotel Bandung tanpa berbicara langsung dengan Bapak Anton Susanto, General Manager Harris Hotel, Bandung. Hotel yang nyaman bukan hanya untuk tamunya saja namun juga karyawannya. Karyawan-karyawannya ini yang menurut Pak Anton adalah orang-orang pertama yang harus menikmati kesuksesan secara langsung dari sebuah hotel. Inovasi-inovasi yang hebat dari Harris Hotel terutama makanannya adalah merupakan buah pemikiran dan kerjasama yang baik antara karyawan dan Pak Anton sendiri.

Anton Susanto memulai kariernya di bidang perhotelan di sebuah hotel lokal di Surabaya kemudian berturut-turut bekerja di Novotel Hotel Surabaya, di Head Office Accor Hotel setelah itu banting setir mengoperasikan klinik kesehatan tulang belakang dan selanjutnya bergabung dengan Harris Hotel, Bandung. Merasa cukup bekerja di hotel yang normal, di Harris Hotel Bandung dia menemukan passion-nya. “Di hotel ini ide-ide bebas dikeluarkan tanpa ada pengekangan, bahkan sudah disediakan koridor-koridor khusus untuk menyampaikan ide. Dari ide-ide ini dikembangkan untuk kemajuan hotel,” jelasnya.

Memiliki latar belakang pendidikan di Business Development bukan dari operasional hotel tidak menjadi hambatan karena menurutnya pendidikan itu memberikan pengajaran tentang pola berpikir. Kadang kala dengan tidak sesuainya pendidikan ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa karena hasil dari pola pikir yang berbeda tadi. Baginya semua orang bebas belajar dan berkembang di hotelnya, bahkan silahkan tiru habis-habisan idenya karena setelah idenya ditiru, Pak Anton akan ciptakan sesuatu yang baru lagi.

Selalu memberikan masukan untuk chef-chefnya mengenai makanan, bahkan hingga makanan pinggir jalan. Bahkan rela mengajak chefnya untuk makan di suatu tempat dengan maksud agar si chef mencicipi makanan tersebut dan segera membuatnya di dapur Harris Hotel. Baginya tidak masalah menjual makanan sekelas pinggir jalan yang penting setelah dibuat makanan tersebut akan jadi makanan berkelas dengan pelayanan sekelas hotel. “Yang penting kita menjual apa yang orang Bandung makan,” sambungnya. Tidak heran makanan seperti cilok, seblak, kerupuk banjur dan gorengan adalah makanan pinggir jalan yang disajikan di Hotel Harris merupakan buah ide nya.  Yang terpenting adalah memiliki Manager dan chef-chef yang tepat. Untuk pembuktian ini kami sarankan anda mencoba Dimsum di Harris Hotel setiap Jumat malam dan Minggu pagi.  Tidak hanya itu, ada beberapa chef lain yang menguasai jenis-jenis makanan lain. Chef di Harris Hotel berbeda dengan di tempat lain dimana di sini si-Chef memiliki kewajiban untuk bertatap muka langsung dengan pelanggannya. Dengan cara ini diharapkan agar si pelanggan terpuaskan dan si chef pun dapat mendengar kekurangannya langsung dari pelanggan. Si Chef diminta komunikatif dengan palanggan untuk menjelaskan mengenai makanan yang dibuatnya baik dari bahan, cara pembuatan bahkan cara menyantapnya. Harus konsisten memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggan baik dari rasa dan penyajian dan yang terutama konsisten dalam bahan makanannya, selalu jujur. Berdisiplin bekerja untuk dapat menghasilkan food cost yang rendah. Cara ini didapat dengan membuat rangkaian yang baik antara Purchasing, F&B Manager dan Executive Chef. Intinya adalah penggunaan Hotel Management System dengan sebaik-baiknya.

Karakter adalah kriteria terpenting dalam perekrutan karyawannya. Baginya lebih bagus orang yang memiliki karakter baik, mereka bisa lebih bekerjasama dibandingkan dengan orang yang memiliki kemampuan yang baik namun berkarakter buruk. Menurut Pak Anton menjadi seorang General Manager hal pertama yang harus dikuasai adalah kemampuan managerial. Kemudian, belajar dari apa yang ada. Kita harus memposisikan diri dalam keadaan “kita kurang tahu”. Dalam keadaan itu kita membuka diri belajar dari siapa saja termasuk bawahan kita, setelah itu berikan apresiasi karena dari mereka kita jadi tahu. General Manager memiliki tugas untuk menggalang sumber daya yang terbatas menjadi tidak terbatas. Harus mampu berpikir keras agar semua kekurangan bisa diatasi dengan sumber daya yang ada. Tekanan pasti selalu ada tapi bagaimana caranya menjadikan tekanan dari atas itu berbalik menjadi tekanan dari bawah atau motivasi. Dengan kerja sama hal ini bisa dilakukan. Menjadi General Manager harus berani mengakui kekurangan, selalu jujur kepada bawahan mengenai progress pekerjaan dan pencapai hotel. Salah satu yang terpenting lagi adalah penyediaan saluran yang dapat mengakomodir keperluan karyawan.

Memberikan pelatihan-pelatihan agar karyawannya lebih menguasai pekerjaan merupakan salah satu programnya. Tidak menyesal walaupun setelah memiliki keahlian si karyawan malah menyebrang ke hotel lainnya karena menurutnya dunia itu balance, “bisa jadi kita nanti yang belajar dari dia,” jawabnya ringan. Pak Anton merasa posisi yang didapatnya sekarang adalah berkat bantuan dari orang lain. Beliau belajar dari pendahulunya bahwa jika kita mendidik seseorang jangan mengharapkan imbalan dan hasil yang cepat tapi suatu saat nanti coba kita lihat hasil didikan kita itu bisa satu level atau bahkan lebih dari kita dan suatu saat pula orang tersebut akan mendidik orang lain lagi dan salah satunya mungkin saja anak kita. Pantang baginya untuk menahan karyawannya untuk berkarier ditempat lain, pesannya adalah tularkan apa yang baik yang kamu dapat selama di Harris Hotel menjadi sesuatu yang baik pula di tempat lain.

Tempat favorit Pak Anton adalah duduk di Harris Cafe sambil mendengarkan musik yang merupakan salah satu hobinya dan berinterksi langsung dengan karyawannya. Suatu pemandangan yang jarang kita lihat di tempat biasa namun begitulah Pak Anton, selalu ramah dan memberikan kenyamanan bagi tamu dan terpenting membuat nyaman bekerja karyawannya. Suatu ilmu menejerial yang tak biasa dan mungkin tidak lajim serta tidak kita dapatkan di sekolah.

 

 

Executive Interview Warna Nusantara dengan Anton Susanto, General Manager Harris Hotel, Bandung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_gallery type=”flexslider_fade” interval=”3″ images=”2164,2165,2166″ onclick=”link_image” custom_links_target=”_self” img_size=”413 x 920″][/vc_column][/vc_row]

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *