Februari 24, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Angin Semilir di Breeze Hotel

“Meninggalkan sebuah karya bagi warga Bandung,” – Bapak Nugroho, Pemilik Breeze Hotel Bandung

Sebuah karya yang dipersembahkan oleh Bapak Nugroho bagi Warga Bandung adalah sebuah hotel yang sangat indah di sebelah utara kota. Hotel dengan interior yang mempesona disertai ornamen-ornamen dari hasil karya seni yang indah ini dirancang oleh Tan Tjiang Ay, seorang arsitek yang karya-karyanya bertema dekat dengan alam. Breeze Hotel didesain sedemikian rupa menggambarkan Bandung sebagai kota kembang, dibeberapa bagian arsitektur hotel digambarkan keindahan bunga. Kita tidak hanya disuguhkan dengan nyaman dan indahnya hotel namun juga bisa disebut menginap di sebuah galeri seni.

Bapak Nugroho yang merupakan kolektor barang seni, beliau pemilik sebuah galeri seni bernama “Griya Puisi Tanpa Nama” memang menjadikan hotel ini sebagai galeri seni-nya yang lain.  Di Breeze Hotel ini terdapat koleksi-koleksi keramik karya dari keramikus ternama Indonesia, F. Widayanto. Dibeberapa bagian lantai hotel terbentang keramik, tampilannya jika sekilas terlihat seperti hamparan karpet. Lantai keramik ini adalah salah satu karya keramikus tadi. Di beberapa bagian hotel dan kamarnya terbingkai dengan indah lukisan-lukisan karya dari salah seorang maestro seni lukis Indonesia, Srihadi Soedarsono. Bahkan  di sebuah kamar terpampang litrograph karya sang maestro. Litrograph ini cukup bersejarah dimana ini dipergunakan oleh Srihadi sebagai bahan desertasinya hingga memperoleh gelar master dari University of Ohio, Amerika Serikat.

Karena berisikan hasil karya-karya seni rupa yang boleh dibilang mahal harganya, hotel yang memiliki 12 kamar ini memberikan aturan-aturan yang ketat bagi pengunjungnya; Anak dibawah 12 tahun dilarang masuk; tidak menyediakan extra bed; area dilarang merokok; hanya memperbolehkan 2 orang saja untuk menginap. Aturan ini sengaja diterapkan untuk melindungi barang-barang seni disana. Walaupun demikian, setiap pengunjung yang menginap diberi fasilitas untuk dapat mengunjungi Galeri Seni Bapak Nugroho, Griya Puisi Tanpa Kata yang terletak tepat berhadapan dengan Breeze Hotel, Jl. Pondok Hijau Permai Bandung. Di galeri seni ini kita dapat menikmati lukisan Borobudur karya Srihadi Soedarsono yang terkenal, serta lukisan-lukisannya yang lain. Selain itu terdapat beberapa peninggalan seni kuno dari Nusantara serta negara-negara Asia lain.

 

Salah satu yang tidak boleh kita lewatkan di Breeze Hotel, Bandung adalah Griya Batik Go Tik Swan Panembahan Hardjonegoro. Di dalam galeri batik ini ditampilkan karya-karya dari seorang Maestro Batik Indonesia, Go Tik Swan. Berkat jasa-jasa dan sumbangsihnya yang besar bagi Budaya Jawa beliau ini mendapatkan gelar kebangsawanan panembahan dari Keraton Solo dan diberi nama Hardjonegoro. Bapak Go Tik Swan ini adalah kakak kandung Bapak Nugroho.

 

Layaknya angin semilir yang berhembus lembut menyejukan. Baik panas maupun hujan semilirnya tetap dinantikan. Menabuh dedaunan, suaranya menentramkan jiwa. Tanpa warna dan banyak kata. Sebuah kedamaian hati yang sangat diidamkan manusia kini. Kesejukan angin semilir di Breeze Hotel, Bandung. Sebuah peninggalan tak ternilai Bapak Nugroho untuk Kota Bandung.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *