Juli 14, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

2 Langkah di Depan 3 Kue Made in Bandung

“Naik turun penjualan dalam dagang itu biasa, kalau semua orang dagang jualannya ramai terus siapa yang mau beli,  semua orang jadi pedagang.” – Jodi Janitra, Direktur Marketing PT. Bonli Cipta Sejahtera

Siapa yang tidak tahu Ina Cookies, J&C Cookies dan La Difa Cookies di Bandung? Ketiga merek kue kering ini makin banyak kita temui di bulan ramadhan ini. Masing-masing merek memiliki penggemar tersendiri. Ada yang suka Ina Cookies, J&C Cookies atau bahkan La Difa Cookies. Tapi siapa yang menyangka bahwa ketiga kue tersebut berasal dari tempat produksi yang sama, PT. Bonli Cipta Sejahtera.

Sejarah usaha kue kering ini diawali dari usaha rumahan keluarga yang diprakarsai oleh Ibu Ida Sartika yang mengajari kedua adik iparnya yaitu Ibu Ina dan Ibu Diah membuat kue kering. Usaha untuk membantu perekonomian kedua adiknya ini pada saat itu berjalan dalam lingkup yang kecil. Setelah ditinggalkan oleh Ibu Ida Sartika keluar negeri karena suaminya bertugas kesana, kedua kakak beradik ipar ini menjalankan usahanya masing-masing. Dari sinilah muncul kemudian dua merek kue yang kita ketahui sekarang, Ina Cookies dan J&C Cookies

Di bulan Juli tahun 1994, Ibu Ina Wiyandini dan Bapak Rakhmat Basuki mendirikan Ina Cookies. Sebelumnya usaha-usaha lain pernah dijalani oleh suami istri ini sampai akhirnya serius mengeluti usaha kuliner. J&C Cookies awal berdiri di tahun 1996 sebelumnya merupakan perusahaan yang memproduksi kue basah. Dikarenakan krisis moneter yang berimbas pula pada usahanya, Ibu Diah dan suaminya Bapak Dedi memutuskan untuk berusaha lewat kue kering. Nama J&C sendiri diambil dari singkatan nama kedua anaknya, Jodi dan Cindy. Kedua brand ini dengan lika-likunya akhirnya berhasil mencapai kesuksesan. Sepulang dari luar negeri Ibu Ida Sartika sebagai mentor justru tidak terjun di bisnis ini dengan serius hingga akhirnya di Tahun 2002 putri beliau – Diah Andini dan suaminya Faisal Yunus mendirikan usaha yang sama dengan memakai label La Difa Cookies.

Ketiga merek ini bersaing secara sehat dipasaran. Hal ini dimungkinkan juga karena hubungan kekeluargaan mereka yang sangat erat. Hingga akhirnya generasi berikutnya dari keluarga ini yang meneruskan usaha yang memutuskan untuk menggabungkan ketiga merek ini dibawah satu management dan produksi dengan nama PT. Bonli Cipta Sejahtera. Nama Bonli sendiri diambil dari nama nenek mereka. Salah satu alasan penggabungan ini adalah untuk memperkuat jaringan dalam menyongsong Asean Economic Community di tahun 2015. Suatu langkah yang bijak. Hingga sekarang penggerak usaha masih belum berpikir untuk mempersiapkan hal tersebut.

Terus berinovasi dan selalu belajar dari pengalaman membuat perusahaan rumahan ini menjadi perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja hingga 1.000 orang yang mampu menghasilkan 1.100 lusin kue per hari. Menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar Bojong Koneng, lokasi pabrik PT. Bonli Cipta Sejahtera. Hal tersebut merupakan salah satu tujuan pendirian pabrik, memberikan manfaat bagi warga sekitarnya. Dengan sebutannya BCS Cookies Spesialist dengan outlet-outletnya yang tersebar di Bandung dan Jakarta serta didukung oleh 1.200 distributor dan agen di seluruh Indonesia memasarkan produknya hingga ke manca negara sebut saja Malaysia, Singapura hingga Amerika Serikat bahkan dalam waktu dekat akan segera menembus pasar Perancis yang notabene merupakan nenek moyangnya kue.

Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Jodi Janitra, Direktur Marketing PT. Bonli Cipta Sejahtera awalnya semua kue yang diproduksi oleh perusahaan ini berbentuk sama kemasan yang sama sampai harganyapun sama hanya label saja yang berbeda. Setelah melakukan evaluasi yang rutin dilakukan ternyata hal tersebut dapat memunculkan persaingan yang bisa membuat salah satu merek tidak laku karena seperti dari awal disebutkan bahwa masing-masing merek memiliki penggemar masing-masing. Akhirnya diputuskan untuk membagi ketiga brand ini sesuai dengan segmen pasarnya; La Difa Cookies untuk segmen pasar menengah keatas, Ina Cookies dan J&C Cookies untuk pasar menengah.  Bahkan dari hasil evaluasi terus-menerus tadi menghasilkan dua lebel lainnya untuk segmen menengah kebawah, label tersebut adalah Kersen Cookies dan Valya Cookies. Tentu saja bahan-bahan dan kualitas kue yang dihasilkan akan berbeda-beda tiap labelnya. Demikian pula dengan varian kuenya, La Difa yang lebih elegan, Ina Cookiesnya yang Islami jadi setiap Natal kue ini tidak muncul dan J&C Cookies yang menyasar kaum muda. Untuk Ramadhan tahun ini mereka mengeluarkan varian baru untuk La Difa ada Mini Cronut, Ina Cookies mengeluarkan Kue rasa Opor Ayam dan J&C Cookies sendiri menghadirkan Marble Crush yang terinspirasi dari permainan game Candy Crush. Lewat evaluasi juga dapat diketahui tren-tren kue yang digemari sehingga dapat disiasati produksi dan pemasarannya.

Kedepannya PT. Bonli Cipta Sejahtera berupaya untuk mendapatkan sertifikasi ISO 22000. Persiapan yang dilakukannya adalah dengan merenovasi pabrik guna memperlancar alur proses produksi, meningkatkan higienitas serta sanitasi dengan tetap mempertahankan tangan-tangan terampil dalam proses produksi sebagai bagian penting dari pembata kue kering. Sertifikat ISO 22000 adalah pelengkap dari sertifikasi HACCP yang sudah didapatkan PT. Bonli Cipta Sejahtera sebelumnya.

Sebagai penutup saran dari Bapak Jodi Janitra untuk para wirausahawan pemula bahwa motivasi itu harus diimbangi dengan knowledge, evaluasi terus dan belajar selalu dari kesalahan-kesalahan. Sering berkumpul dengan komunitas-komunitas yang mendukung agar mendapatkan ilmu yang menunjang usahanya. Hal inilah yang dijalani oleh Bapak Jodi Janitra sehingga diusianya yang baru 27 tahun mendapatkan kesuksesan di dunia wirausaha. Jangan melihat hasilnya sekarang tapi ikutilah proses dalam meraihnya. Setiap kegagalan-kegagalan yang ditemuinya menjadikan kekuatan-kekuatan di hari depan.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *