Oktober 16, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

101 Poin Kesuksesan ala Chef Edi Dj, Executive Chef le marly

“Makanan itu harus bagaimana supaya bisa dimakan, semua teori-teori yang kita dapatkan kita campurkan dengan menggunakan perasaan kita dan pada akhirnya kepuasan yang akan di dapat.” – Chef Edi Dj, Executive Chef le marly

Memang bekerja itu seperti orang tua kita bilang dahulu harus menggunakan hati. Selain akan membuahkan hasil yang baik akan membuat kita kerasan bekerja. Demikian halnya dengan Chef Edi Dj, Executive Chef le marly. Selulus sekolah kuliner pada tahun 1990, Chef Edi Dj menapaki kariernya di dunia dapur perhotelan. Melanglangbuana ke Jawa Tengah kemudian Anyer hingga ke Shanghai, Tiongkok akhirnya dia pulang kampung ke Bandung. Di Bandung Chef Edi Dj sempat berkarier di Hotel Savoy Homann selama 4 tahun dan pada akhirnya berkarier di Hyatt Hotel selama 11 tahun. Merasa kreatifitasnya dibatasi karena selama bekerja di hotel semua sudah terikat dengan menu yang sudah ada akhirnya dia hijrah ke restoran. Di restoran Chef Edi Dj merasa lebih leluasa berkarya dibandingkan dengan bekerja di Hotel. Restoran pertamanya adalah Bumbu Desa.

Ingin mengembangkan masakan tradisional nusantara terutama masakan Sunda adalah salah satu alasannya bekerja di sini. Pada akhirnya pemilik le marly mempercayakan dapurnya kepada Chef Edi Dj. Tentu sangat berbeda bekerja di Bumbu Desa yang menyajikan masakan tradisional sunda dengan le marly yang menyajikan yang menyajikan masakan western, dari cara pembuatan dan makananpun jelas berbeda namun tidak menjadi hambatan buatnya, bahkan masakan tradisional nusantara lebih sulit dalam hal pembuatan, banyaknya bumbu yang digunakan dan penyajiannya dibandingkan masakan western. Masakan tradisional nusantara itu keragamannya disesuaikan dengan tempat asalnya, tiap daerah memiliki karakteristik rasa tersendiri berbeda dengan masakan western yang hampir sama merata.

Seperti halnya dengan filosofi memasaknya yang simple, “makanan itu harus bagaimana supaya bisa dimakan, semua teori-teori yang kita dapatkan kita campurkan dengan menggunakan perasaan kita dan pada akhirnya kepuasan yang akan di dapat.”  Kriteria untuk mendapatkan kesuksesan di dunia dapur menurut Chef Edi Dj harus memiliki beberapa poin berikut ini; pengetahuan yang dibarengi dengan pengalaman, kerja keras dan kecerdasan. Pengalaman tentu saja berjalan beriringan dengan pengetahuan. Akan menjadi poin tersendiri apabila orang yang sudah memiliki pengalaman memiliki latar pendidikan di bidang yang ia geluti.  Kedua poin tadi harus dibarengi dengan kerja keras. Kecerdasan amat sangat diperlukan, hal ini akan sangat diperlukan dalam hal mengambil keputusan. Poin-poin tersebut belum mencapai poin 100. Untuk melengkapinya adalah dengan tingkah laku yang baik. Perilaku yang baik amat sangat diperlukan dalam penilaian kinerja kita, sebagai contoh kita memiliki semua kriteria tadi tapi daftar kehadiran kita buruk atau kita tidak dapat bekerja sama dengan orang lain maka atasan kita akan berpikir dua kali untuk menaikan jabatan kita.  Poin terakhir ini yang kadang tidak diperhatikan padahal semua poin-poin yang awal disebutkan akan gugur tanpa adanya perilaku yang baik dari yang bersangkutan. Yang terutama adalah Love of God yang menambah poin kesuksesan kita menjadi 101. Mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan bonus dalam kehidupan kita.

Bukan hanya untuk di dunia dapur saja, poin-poin tadi dapat kita implementasikan di bidang apapun kita berkarier. Jangan puas dengan hanya mendapatkan poin 100 kesuksesan karena kita harus mendapatkan poin 101. Demikian penutup dari obrolan Chef Edi, Executive Chef, le marly.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *